Login : Dosen Mahasiswa Reviewer Luar

Selamat datang di website Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) Poltekkes Kemenkes Semarang    III    Anda dapat mendownload full text jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat jika anda terdaftar sebagai dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang, semoga bermanfaat untuk ilmu yang bermanfaat.

2013-08-01 09:06:35 WIB by uppm admin

Daftar Hasil Penelitian Bidang Kajian Riset Herbal

1. Konsentrasi Berbagai Jenis Rempah Rempah Terhadap Daya Hambat  Bakteri Streptococcus Pyogenes (Soesanto, Teguh Budiharjo, SY.Didik Widiyanto)

Abstract

This study is an experimental study using a factorial design with variable influence (independent) is the concentration of 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, and the type of spice Powder, turmeric, ginger, turmeric, onion while its impact variable (dependent) is the inhibition of the bacteria Streptococcus pyrogenes marked by a blank zone area.

The data was analysis of variance (ANOVA) The concentration of the herb affects the inhibition of the growth of bacterium Streptococcus pyogenes. Inhibition of the greatest concentrations of 100%, and the inhibition of the smallest on the concentration of 20%. Powder is a spice that has the greatest inhibition of the clear zone is measured as 5.53 mm.

Key Words: Spices, Concentration, Streptococcus pyogenes, power resistor.

Simpulan

  1. Rempah – rempah mempunyai daya hambat pertumbuhan  Streptococcus pyogenes  hambat  berbeda.
  2. Pada konsentrasi berbeda semua rempah mempunyai perbedaan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri  Streptococcus pyogenes.
  3. Konsentrasi rempah mempengaruhi daya hambat pertumbuhan bateri Streptococcus pyogenes. Daya hambat terbesar pada konsentrasi 100% dan daya hambat terkecil pada konsentrasi 20%.
  4. Kencur adalah rempah yang mempunyai daya hambat terbesar yaitu zone bening yang terukur sebesar  5,53 mm.

Saran

  1.  Rempah dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional yang mampu menjaga kesehatan tubuh lewat senyawa aktif anti bakteri yang secara alami terdapat pada rempah-rempah.
  2. Perlu diteliti lebih dalam tentang efektifitas daya hambat pertumbuhan bakteri patogen masing-masing rempah melalui identifikasi zat aktif, konsentrasi dan pelarut yang cocok untuk ektraksi agar didapatkan zat aktif ektraksi yang siap dikonsumsi.

 

2. Ekstrak Biji Srikaya (Annona squamosa) sebagai Daya Bunuh Larva Aedes sp (Nurul Inayati, Maruni Wiwin Diarti, Erlin Yustin Tatontos)

Abstract

The aim of this study is to determine the dose of been soursop extract against larvae of Aedes sp killing activity (larvacida) that derived from dengue endemic areas in Mataram with bioassay testing in the laboratory. The research method used was completely randomized experimental design. The samples used were  instar III of larvae Aedes sp derived from eggs of Aedes sp mosquitoes that were collected in the homes of residents in endemic areas dengue fever in the city of Mataram. Results of bioassay test in the laboratory was obtained LD56 and LD90 are 0.14 ppm and 0.20 ppm respectively. So that, the been of soursop extract is effective to kill the larvae of Aedes sp.

Key Words: dengue, Aedes sp larvae, killing  activity, been soursop extract (Annona squamosa)

Simpulan

Dosis ekstrak biji srikaya (Annona squamosa) yang dapat membunuh 99% larva Aedes sp yang berasal dari daerah endemis DBD di Kota Mataram adalah  0,20 ppm.

Saran

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut  tentang uji toksisitas ekstrak biji srikaya (Annona squamosa) pada hewan coba sehingga dapat diketahui keamanannya bagi manusia.

 

3.  Efektivitas Ekstrak Daun Sirih (Piper betle, Linn) Sebagai Repellent Nyamuk Anopheles spp (Khomsatun, Arif Widyanto, Susiyanti)

Abstrak

Pengendalian nyamuk dengan menggunakan repellent alami merupakan  salah satu alternatif pengendalian vektor malaria. Sirih (Piper bettle, Linn) yang mengandung minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, eugenol, dan kavicol merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya antibakteri, fungisida, insektisida dan antioksidan. Tujuan penelitian adalah menganalisis daya proteksi ekstrak daun sirih konsentrasi 20%, 40%, dan 80% terhadap nyamuk  Anopheles spp.

Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen di laboratorium. Nyamuk Anopheles sp diperoleh dari penetasan telur. Ekstrak daun sirih  konsentrasi 20%, 40% dan 80 % diuji daya tolak atau daya proteksinya terhadap nyamuk Anopheles spp. Pengamatan terhadap banyaknya nyamuk yang hinggap pada lengan dilakukan setiap jam mulai dari jam ke-1 (segera setelah pengolesan) sampai dengan jam ke-6. Daya proteksi ekstrak daun sirih yang efektif adalah apabila daya proteksinya ≥90%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya proteksi ekstrak daun sirih terhadap Anopheles spp pada konsentrasi 20% sebanyak 50%, konsentrasi 40% sebanyak 68,75% dan konsentrasi 80% sebanyak 93,75%. Daya proteksi yang efektif adalah konsentasi 80% dengan daya proteksi 93,75%.  Hal ini sesuai dengan Komisi Pestisida (1995, h.2) yang menyatakan bahwa repellent dianggap efektif apabila daya proteksinya ≥ 90 %.

Masyarakat dapat menggunakan ekstrak daun sirih konsentrasi minimal 80% sebagai repellent terhadap nyamuk khususnya Anopheles spp. Peneliti lain dapat melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan ekstrak dari jenis tanaman lainnya.

Kata Kunci : Daya proteksi, daun sirih.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil simpulan sebagai berikut :

  1. Daya proteksi ekstrak daun sirih terhadap Anopheles spp pada konsentrasi 20% sebanyak 50%, konsentrasi 40% sebanyak 68,75% dan konsentrasi 80% sebanyak 93,75%.
  2. Terdapat perbedaan daya proteksi ekstrak daun sirih terhadap nyamuk Anopheles spp pada konsentrasi 20%, 40%, dan 80%.
  3. Daya proteksi ekstrak daun sirih terhadap nyamuk Anopheles spp yang paling efektif adalah konsentasi 80% dengan daya proteksi 93,75%.  Hal ini sesuai dengan Komisi Pestisida Departemen Pertanian (1995, h.2) yang menyatakan bahwa repellent dianggap efektif apabila daya proteksinya ≥ 90 %.

Saran

1.  Masyarakat dapat menggunakan ekstrak daun sirih konsentrasi minimal 80% sebagai repellent terhadap nyamuk khususnya Anopheles spp.

2. Dapat dilakukan penelitian sejenis dengan menggunakan ekstrak tanaman lainnya.